Mantan Wawako Positif Covid -19, Padang Panjang Perketat Protokol Covid -19

Padang Panjang, Payakumbuh.com – Kota Padang Panjang dikuatirkan berpotensi terkena serangan gelombang kedua Virus Corona pasca terpaparnya mantan Wakil Walikota Padang Panjang dr Mawardi dan istri, Agusnilra oleh Virus Corona, Selasa (23/6).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang Nuruyuwar menyampaikan keprihatihannya atas positifnya dr Mawardi dan istri sebagai pasien Covid -19.

“Masalahnya potensi tracking dr Mawardi sangat besar populasinya, bisa mencapai ribuan orang. Ini yang kita kuatirkan menjadi potensi gelombang kedua serangan Covid -19,” paparnya.

Selain sebagai tokoh masyarakat, dr Mawardi juga seorang dokter umum yang memiliki banyak pasien di Padang Panjang dan Batipuah X Koto Kabupaten Tanah Datar.

Dan Mawardi punya kebiasaan spesial saat bertemu para pasien yakni budaya tepuk punggung dan bahu, sehingga dalam satu hari dia bisa berinteraksi dengan puluhan hingga ratusan orang per hari.

Belum lagi, Mawardi juga punya hobi tetap yaitu bermain badminton di hall PBSI Bancah Laweh Padang Panjang bersama rekan rekannya dari berbagai lapisan profesi.

Trus, pada Jumat (19/6) lalu dr Mawardi juga melakukan sunatan massal dengan jumlah peserta yang cukup banyak. “Semua itu harus kami tracking dan diambil tes swabnya,” kata Ujang panggilan khas Kadis DKK ini.

Kepala BPBD Padang Panjang Marwilis Jaros juga tidak mau ambil resiko dengan terpaparnya mantan wawako dan istri oleh Virus Corona. Segera setelah mendapatkan informasi itu, Marwilis memerintahkan personilnya membersihkan rumah dan tempat praktek dr Mawardi dengan menyiramkan cairan disinfektan.

Kepala Dinas Kominfo Padang Panjang Drs Ampera Salim, SH, MSi pun harus membuat siaran breaking news di PADANG PANJANG TV supaya kabar terpaparnya dr Mawardi dan istri cepat sampai kepada masyarakat, sehingga masyarakat tersintak lagi bahwa Pandemi Covid -19 di Padang Panjang belum berakhir setelah 25 pasien Covid -19 sembuh.

Kadis Infokom Padang Panjang juga mereques khusus penyebaran informasi Covid -19 ini melalui ‘mobil halo halonya’ yang mengelilingi kota Padang Panjang untuk mengingatkan ancaman Covid -19.

Kadis DKK Padang Panjang menambahkan, semua warga yang merasa pernah berinteraksi dengan Mawardi dalam dua pekan terakhir agar melapor ke Dinas DKK Kota Padang Panjang untuk dilakukan tes swab.

Dr Mawardi dan istri diketahui positif Covid -19 Selasa (23/6) subuh, setelah keluarnya hasil tes swab dari Lab Kedokteran Unand yang dikirimkan via whatsapp pribadi Kadis DKK Nuruyuar.

Kini keduanya menjalani perawatan dan isolasi di RSUD Padang Panjang selama kurang lebih 14 hari.

Berita terpaparnya dr Mawardi dan istri dengan cepat meluas sampai ke pelosok RT kota Padang Panjang. Banyak pemilik akun di medsos berdoa agar mantan orang kedua di Padang Panjang ini cepat sembuh.

(awe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here