Kuatir Terpapar Pasien Covid -19 dr Mawardi, Wako Fadly Amran Jalani Tes Swab

MAWARDI DAN FADLY AMRAN

PAYAKUMBUH.COM – Walikota Padang Panjang H. Fadly Amran, BBA Datuak Faduko Malano mengambil inisiatif melakukan tes swab pasca terpaparnya mantan Wawako Padang Panjang dr Mawardi dan istri, Aguslirna sebagai pasien Positif Covid -19 pekan ini.

Fadly Amran mengambil inisiatif menjalani tes swab karena sempat bersalaman dengan Mawardi saat sama sama sholat Ashar di Mesjid Barid Al Munawarah, Guguak Malintang, Padang Panjang, Kamis (17/6).

Saat itu, Fadly Amran baru memasuki mesjid dan dr Mawardi telah selesai sholat berjamaah. Mawardi mengulurkan tangan ke Fadly minta bersalaman. Dan Fadly sendiri menerima salam tangan dari Mawardi.

“Nah, setelah diketahui dan diumumkan bahwa pak Mawardi dan ibuk positif Covid -19 maka saya mengambil inisiatif untuk melakukan tes swab,” ujar Fadly Amran kepada wartawan, Jumat (25/6).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang Drs, Nuryanwar, Mkes, MMR kepada wartawan menjelaskan, hasil tes Wako Padang Panjang telah diserahkan ke lab Unand Padang hari jumat ini bersama sejumlah tes swab warga lainnya.

Diperkirakan, kata Nuryanwar, hasil tes swab kelompok Wako Fadly Amran, keluar pada Senin depan. Menjelang itu, Wako Fadly Amran memilih berkantor di rumah dinas.

Fadly Amran tercatat sebagai salah satu orang yang menjalani tes swab setelah dilakukan tracking atas terpaparnya dr. Mawardi sampai Jumat (25/6).

Sampai Jum’at (25/6) total sampel hasil tracking dr Mawardi dan istri sudah mencapai 243 orang, dan dua diantaranya RN dan RS, yang merupakan asisten dr Mawardi sudah dinyatakan positif Covid -19.

Sejak dilakukan tracking kluster dr Mawardi dan istri, jelas Kadis DKK ini, pihaknya sudah tiga tahap mengirim sampel tes swab. Tahap pertama sebanyak 86, tahap kedua 68 dan terakhir sebanyak 89 sampel.

Dari hasil sampel tahap pertama,  kata Nuryanwar, telah keluar hasilnya yakni dua orang asisten dr Mawardi yakni RN dan RS dinyatakan positif Covid -19.

Keduanya, tambah pak Ujang – panggilan Nuryanwar, sudah menjalani isolasi mandiri di rumah mereka masing masing.

Ditambahkan, DKK kota Padang Panjang masih memperluas tracking kluster dr Mawardi dan istrinya. Seperti disebutkan Nuryanwar sebelumnya bahwa tracing dr Mawardi diperkirakan mencapai ribuan orang.

Sebab selain seorang mantan pejabat, Mawardi juga seorang dokter umum yang banyak memiliki pasien di Padang Panjang dan Batipuah X Koto Tanah Datar. Mawardi juga punya kebiasaan menepuk bahu dan punggung pasien.

Mawardi juga pehobi bulutangkis yang rutin bermain di hall Bancahlaweh setiap Selasa dan Sabtu.

Saat sebelum diumumkan positif Covid -19 dr Mawardi, Jumat (18/6) juga menjadi dokter kitanan masal di rumahnya sekaligus tempat praktek dokternya.

Mawardi juga pehobi domino rutin di sebuah kedai di tempat tinggalnya di kawasan Barin Guguak Malintang Padang Panjang.

Atas fakta tersebut, sangat wajar kata Nuryanwar hasil tracking dr Mawardi bisa mencapai ribuan orang. Namun dia berharap dari tiga tahap sampel tes swab yang dikirim ke Lab Unand Padang tidak akan ada yang terpapar positif Covid -19.

Kota Padang Panjang berdasarkan evaluasi Gugus Kendali Covid -19 Pusat sempat masuk Zona Hijau Covid -19 setelah 25 pasien positifnya sembuh semua. Di awal perjalanan virus corona di Indonesia, kota Padang Panjang sempat nyaman dengan tidak adanya pasien positif Covid -19.

Namun sejak kepulangan seorang warga Panyalaian bernama Novita Sari dan suaminya dari Jakarta, dan ternyata positif Corona, menghentakan warga kota Padang Panjang. Sebab dari hasil tracking Novita Sari, sekitar 13 tenaga kesehatan dan security di RSUD Padang Panjang dinyatakan positif Covid -19 akibat terjadinya transmisi virus dari Novita Sari.

Setelah dilakukan tracking terhadap ke 13 pasien positif Covid -19 ini, maka berkembanglah jumlah populasinya menjadi 25 orang.

Kini, dengan munculnya klaster dr Mawardi dan istri, tumbuh kecemasan dari warga Padang Panjang, termasuk Kadis DKK Kota Panjang Nuryanwar, akan muncul gelombang Covid -19 kedua.

Alasannya, kata Nuryanwar, sangat logis. Sebab jumlah orang yang berinteraksi dengan dr Mawardi dan istri sangat banyak. Asumsi awal, tracking kluster dr Mawardi bisa mencapai jumlah ribuan. L

(awe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here