Ini Respon Jenderal Fakhrizal Soal Poros Baru Pilgub Sumbar

DIGENDONG—Kapolda Sumbar Irjen Polisi Drs. Fakhrizal, digendong prajurit TNI dari Yonif 133/YS saat peringatan Hari Ulang Tahun Batalyon Yonif 133/YS yang ke 58 di Jl. Prof. Dr. Hamka. (ist)

Payakumbuhpos.com – Inspektur Jenderal Polisi Drs. Fakhrizal salah satu calon Gubernur Sumbar dari jalur independen disebut juga salah satu kandidat yang dilirik poros baru gabungan empat partai politik di Sumbar. Poros baru itu terdiri dari Golkar, Nasdem, PKB akan PDIP.

Menurut mantan Kapolda Sumbar ini kepada Tata Tanur Pemimpin Redaksi Payakumbuhpos.com Minggu (2/8/2020) dirinya tidak mengetahui adanya pertemuan empat partai tersebut karena sedang berhari raya Idul Adha bersama keluarga di Jakarta.

“Saya sedang bersama keluarga di Jakarta. Saya juga mengucapkan selamat hari raya kurban kepada relawan, pendukung, simpatisan dan seluruh masyarakat Sumbar. Saya berharap momentum kurban ini jadi evaluasi kita bersama untuk berbuat yang terbaik bagi ranah Minang tacinto serta membuang sifat-sifat zalim dan saling jegal antar-sesama,” ucap Fakhrizal.

Ketika ditanya tanggapannya terhadap pertemuan empat partai tersebut, Fakhrizal mengatakan sah-sah saja ada koalisi itu. Ini juga menunjukkan bahwa sistem demokrasi di ranah Minang masih berjalan dengan baik.

“Semoga poros baru ini bisa memilih pemimpin terbaik untuk Sumbar lima tahun ke depan,” katanya.

Soal apakah dirinya akan ikut mendaftar di poros baru tersebut, Fakhrizal mengatakan, untuk saat ini dirinya masih fokus pada proses sengketa melaporkan KPU ke Bawaslu dan DKPP.

“Sebab banyak kejanggalannya pada proses verifikasi faktual independen kemarin itu, dan berbagai kalangan termasuk para pakar hukum pun juga mengatakan hal yang sama,” tukasnya.

Menurutnya, semua relawan, pendukung dan simpatisan masih menunggu dan terus menghubunginya terkait hasil proses di Bawaslu dan DKPP termasuk dari para tokoh dan pimpinan parpol.

BACA JUGA :  Ini 17 Program Unggulan Calon Gubernur Sumbar Irjen Polisi Fakhrizal

“Semua proses dan hasilnya nanti akan saya sampaikan kepada para relawan dan masyarakat yang telah menyerahkan dukungan saat saya mencalonkan diri bersama Pak Genius Umar di jalur independen. Sebab, jalur yang kami tempuh sesuai aturan dan suara dukungan KTP itu tak akan disia-siakan,” ujarnya.

Sebelum poros baru terbentuk, Hendrajoni menyebut salah satu calon potensial. Yakni, sosok Fakhrizal yang maju menjadi calon independen dan kini masih proses sengketa di Bawaslu dan DKPP.

Ia menilai, Fakhrizal sudah ada pendukung riil yang dibuktikan dalam bentuk ratusan ribu fotokopi KTP yang dijadikan syarat saat maju di pencalonan independen dan dikumpulkan timnya di Sumbar.

Modal itu jadi basis dukungan untuk mengembangkan tambahan pemilih di pilkada nanti jika Fakhrizal maju lewat partai. Belum lagi banyak potensi simpatisannya yang tak sempat menyerahkan KTP dukungan dan pemilih mengambang.

“Pendukung riil beliau (Fakhrizal, red) kan banyak. Maka, Pak Fakhrizal bila tak jadi di pencalonan independen, bisa saja maju lewat partai. Jika partai lain yang belum ada calon, misalnya Golkar dan PKB berkoalisi mengusung beliau jadi calon, Nasdem bergabung dan mengusulkannya ke DPP,” kata Hendrajoni.

Sementara ini partai yang sudah memiliki pasangan calon seperti Gerindra sudah ada pasangan calon yakni Nasrul Abit-Indra Catri, lalu Demokrat dan PAN sudah ada keputusan PAN mengusung Mulyadi-Ali Mukhni. Kemudian, PKS dan PPP bakal mencalonkan Mahyeldi-Audi. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here