Beranda BERITA UTAMA Dubes RI – Walikota Padangpanjang Bicara Penelitian Kanker

Dubes RI – Walikota Padangpanjang Bicara Penelitian Kanker

163

Dubes Republik Indonesia untuk Romania dan Republik Moldova Irjen Polisi (P) Muhammad Amhar Azeth (kiri) dan Walikota Padangpanjang Fadly Amran (Foto Zaidina Hamzah)

PAYAKUMBUHPOS.COM – Duta Besar Republik Indonesia berkuasa penuh untuk Republik Rakyat Rumania dan Republik Moldova, Irjen Polisi (Purn) Muhammad Amhar Azeth datang ke Sumatera Barat menemui Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Walikota Padangpanjang Fadly Amran, Minggu (28 Juli 2019).

Dalam kunjungan tersebut Duta Besar RI ini didampingi Sekretaris Kedubes RI di Rumania Inggrid Manurung dan CEO Kabarpolisi Media Group (KMG) Ben Ibratama Tanur.

Kepada Gubernur Sumbar, Dubes menyampaikan undangannya agar Sumbar bisa hadir pada acara Indonesian Festival 2019 yang diadakan Bucharest Romania, September 2019.

“Ada empat Provinsi yang kami undang. Aceh, Sumbar, Riau dan Kepri. Insha Allah keempat pimpinan daerah ini akan mengirim delegasi ke Rumania,” kata jenderal bintang dua alumnus Akpol 1983 — satu angkatan dengan Jenderal Budi Gunawan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).

Menurut Duta Besar RI kelahiran Palembang Sumatera Selatan tersebut, acara yang akan digelar antara lain ; Pemeran Dagang, Dialog Bisnis, Temu Bisnis, Pertunjukan Seni dan Budaya, Peragaan Busana Daerah, Promosi Pariwisata dan Promosi Kuliner.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dengan antusias menyambut undangan tersebut.

“Kami merasa tersanjung atas kunjungan Pak Dubes ke Sumatera Barat. Insha Allah kami akan hadir,” kata Gubernur.

Sister City

Setelah melakukan pertemuan dengan Gubernur Sumbar, Duta Besar selanjutnya melakukan pertemuan dengan Walikota Padangpanjang Fadly Amran di Padang.

“Saya butuh ketemu khusus dengan walikota muda yang fenomenal ini,” kata mantan Kapolsekta Teluk Bayur Padang itu kepada wartawan di Padang. Sebagai perwira Polri Amhar Azeth selama tujuh tahun berdinas di Sumbar di awal karir nya sebagai polisi.

Menurut Amhar Azeth, sengaja dia menemui Walikota Padangpanjang untuk merancang kerjasama dan menjadikan kota kembar (Sister City) Bucharest Romania dan Padang panjang.

Kota kembar atau kota bersaudara adalah konsep penggandengan dua kota yang berbeda lokasi dan administrasi politik dengan tujuan menjalin hubungan budaya dan kontak sosial antarpenduduk. Kota kembar umumnya memiliki persamaan keadaan demografi dan masalah-masalah yang dihadapi

Duta Besar RI ini juga menawarkan Padangpanjang jadi pusat penelitian penyakit kanker dan bekerjasama dengan pusat pengobatan kanker yang terkenal di Rumania dan menjadi rujukan pengobatan kanker di dunia saat ini.

Tawaran disambut antusias oleh Walikota Padangpanjang Fadly Amran. “Saya terharu Pak Dubes langsung ke Sumbar dan menemui kami. Semoga rencana mulia ini diridhai Allah SWT Pak,” kata salah satu walikota termuda di Indonesia ini.

“Selama ini penderita kanker berobat ke Penang, Malaka dan Singapura. Ke depan kita jadikan Padangpanjang sebagai pusat penelitian dan pengobatan kanker. Insha Allah. Semoga Allah SWT mewujudkan rencana ini,” kata Muhammad Amhar Azeth itu.

Jenderal Amhar juga menjelaskan posisi Romania yang pernah menjadi bagian sejarah Kesultanan Islam Turki Usmani.

Menurut dia, Nama Kota Constanta di Rumania barangkali masih terdengar asing. Tapi di kota inilah, jejak peradaban Islam bisa ditemui di Rumania.

Jejak Islam di Kota Constanta, kata Amhar, dibuktikan dengan Masjid Geamia Hunchiar yang dibangun oleh Turki Ustmaniyah dan Masjid Carol I representasi hubungan baik pemerintah Rumania dengan komunitas muslim di negara itu.

Dia menjelaskan Masjid Carol I, dibangun pada tahun 1910 dan 1913 sebagai hadiah Raja Rumania Carol I kepada komunitas muslim di Constanta, dan dibangun dari uang kerajaan.

Constanta sendiri merupakan salah satu kota utama di Dobruja Rumania dengan populasi muslim terbesar, didominasi oleh Turki dan Tartar. Dobruja terletak di antara Sungai Danub dan Laut hitam.

“Dalam sejarah, rombongan muslim pertama di era kesultanan Turki Ustmaniyah berasal dari Anatolia. Grup terdiri dari 10-12.000 muslim Turki Anatolia dipimpin oleh Sari Saltuk dan masuk ke Dobruja pada tahun 1263-1264,” Amhar yang pernah jadi polisi perdamaian di Kamboja, Namibia dan Bosnia Herzegovina ini.

Dubes mengatakan pengembara muslim terkenal Ibnu Batutah (1334) mengabarkan bukti dokumentari pertama mengenai keberadaan penduduk Tartar yang tinggal di wilayah ini.

Sementara itu Walikota Fadly Amran menyebut Padangpanjang adalah Kota Serambi Mekkah.

“Semoga rencana menjadikan Padangpanjang dan Bucharest Kota Kembar segera terwujud,” kata Dubes Amhar dan diamini Walikota Padangpanjang (Tata Tanur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here