Gerak Cepat Polres Payakumbuh Ungkap Kasus Pembunuhan

0
462

Payakumbuh— Gerak cepat Polres Payakumbuh dalam mengungkap Kasus Pembunuhan terhadap Korban Mutiara Putri patut di acungkan jempol. Hanya butuh waktu kurang lebih 1X24 Jam, Tim Bareskrim di bantu Satuan Intelkam Polres Payakumbuh berhasil membekuk diduga Pelaku Pembunuhan wanita muda yang terjadi di Tarok, Kelurahan Tigo Koto Diate, Kecamatan Payakumbuh Utara, pada Rabu 7 Januari 2020.

Lewat Konfrensi Pers Pengungkapan Kasus Pembunuhan yang berlangsung di Mapolres Payakumbuh, Kamis Siang (9/1). Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan, SIK, MH kepada puluhan awak media menyampaikan pelaku ditangkap saat sedang berada di dalam kamar Hotel Parma, Panam, Kota Pekanbaru, Kamis 9 Januari 2020, sekira pukul 03.30 WIB dini hari. Saat penangkapan tidak terdapat perlawanan dari pelaku.

Dijelaskan Kapolres Payakumbuh AKBP. Dony Setiawan, SIK, MH didampingi Wakapolres Kompol Arie, SN dan Kasatreskrim AKP Ilham, Kasat Intelkam Iptu Luhur dan Kanit Tipidter Ipda Fika, saat konferensi pers “Alhamdulilah Polres Payakumbuh bisa mengungkap kejadian ini kurang lebih 1×24 jam. Dan Semoga kejadian ini tidak terjadi lagi, khususnya di wilayah hukum Polres Payakumbuh,” harap Kapolres Dony Setiawan

Terkait dengan motif Pembunuhan Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan menerangkan “Adapun motif pelaku menghabisi korban yang merupakan istrinya sendiri, karena cemburu terhadap istri yang terlihat oleh pelaku diduga sedang chatting dengan orang lain,” terang Kapolres.

Lebih jauh Kapolres membeberkan bahwa saat malam kejadian berawal dari pelaku, meminta agar korban bisa mencarikan uang untuk membayar angsuran kredit motor. Saat itu pelaku meminta dengan tegas agar korban bisa mendapatkan uang dengan cara apapun.

“Saat itu korban sempat berdebat dengan pelaku terkait soal mendapatkan uang. Dan saat berdebat dengan pelaku itulah korban melakukan chatting dengan seorang di dalam sosmed sehingga terlihat oleh pelaku. Lantaran cemburu pelaku pun meminta ponsel korban. Namun korban enggan memberikannya dan terjadilah pertengkaran,” ulas Kapolres.

Masih menurut Kapolres, saat bertengkar dan berujung pada kekerasan fisik, korban sempat mencakar bagian leher pelaku. Mendapatkan cakaran dari korban, pelaku langsung emosi dan langsung mencekik leher korban selama 5 menit.

“Dan saat korban lemas diduga karena kehabisan nafas terdengar suara bunyi dengkuran dari mulut korban. Pelaku yang takut bunyi dengkuran itu didengar oleh tetangga, langsung menyumpal mulut korban dengan kain handuk. Tidak sampai di situ, pelaku pun juga megikat tangan serta kaki korban. Setelah memastikan korban sudah tidak berdaya, pelaku kabur melarikan diri dengan membawa ponsel korban,” Imbuh Kapolres.

Saat ini pelaku bersama barang bukti ponsel milik pelaku dan ponsel milik korban serta bukti lainnya sudah diamankan. dalam hasil pemeriksaan pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka. Pelaku akan dijerat dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana 15 tahun penjara. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here