300 Perantau Sumbar Tetap Memilih Tinggal di Wamena

0
142

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, ketika berkunjung memastikan keadaan perantau Sumbar di Wamena pasca-kericuhan yang terjadi di daerah itu (Foto: Humas Pemprov Sumbar)

Payakumbuhpos.com – Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Nasrul Abit, menyebut hingga saat ini ada sekitar 300 perantau Sumbar menyatakan akan tetap bertahan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, pasca-kericuhan di daerah itu.

Menurut Nasrul, awalnya ada 500 orang yang menyatakan ingin tetap tinggal di Wamena. Namun, kemudian sebanyak 200 orang di antaranya memastikan mengungsi ke Jayapura, selebihnya (300 orang) tetap tinggal di Wamena.

Sementara itu, sebanyak 400 orang sudah berada di Kota Jayapura. “Jadi, total keseluruhan perantau Minang (Sumbar) yang ada di pengungsian Kota Jayapura sebanyak 600 orang. Pemprov Sumbar akan segera mengirim tim untuk pendampingan para pengungsi serta juga akan mengirim tim psikolog,” ujar Nasrul kepada awak media di ruang rapat Wakil Gubernur Sumbar, Rabu (2/10) seperti dikutip Langkan.id, Padang

Nasrul mengatakan akan ada pesawat Hercules yang membawa perantau Sumbar dari Jayapura ke Jakarta sekitar 200 orang pada Kamis (3/10). Setelah sampai di Jakarta, perjalanan akan dilanjutkan ke Padang.

“Jadwal pesawat ke Padang, besok (Kamis, 3 Oktober 2019) pukul 17.00 WIB,” kata Nasrul.

Selain itu, lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Barat juga akan memulangkan sebanyak 97 perantau Sumbar yang ada di Papua, terutama anak-anak, perempuan, lansia, dan korban luka-luka.

“Jadi, yang akan sampai di kampung halaman besok itu sebanyak 297 orang,” ucap Nasrul.

Lebih lanjut, selain membiayai kepulangan, Pemprov Sumbar juga akan mempertimbangkan pemberian santunan kepada perantau Sumbar korban kerusuhan Wamena. Baik itu yang bertahan di Wamena atau pulang ke kampung halaman.

“Kalau nanti ada uang sisa (hasil donasi), akan kita pertimbangkan untuk memberikan santunan. Ini juga hasil pembicaraan dengan tokoh-tokoh Minang saat pertemuan di Jakarta. Saya yakin itu bisa, penggalangan dana juga masih berjalan,” kata Nasrul.

Nasrul berharap, semua pihak turut membantu perantau Sumbar yang ada di Papua, jangan sampai mempersulit, baik itu pengurusan administrasi, surat-surat, dan lain sebagainya.

“Jangan tanya KTP-nya, barang-barang mereka sudah terbakar semua, jadi naikin aja, yang penting mereka aman dan tidak membawa senjata, harapan saya itu,” ujar Nasrul. (Benpi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here