Jejak Kemanusiaan Program Jum’at Sedekah Polres Tanah Datar

0
165

Lintau Buo Utara – Setelah sukses pada program sebelumnya,  Polres Tanah Datar  kembali melaksanakan “Jum’at Sedekah” dengan mengunjungi  20 target yang keseluruhannya merupakan rakyat miskin dan sedang sakit di Kabupaten Tanah Datar.

Seperti biasa Kapolres Tanah Datar AKBP H. Bayuaji Yudha Prajas, SH, Jumat (24/5) lalu pin memimpin langsung pasukan Jumat Sedekah yang terdiri para kasat dan wartawan peliput di Batusangkar.

Menariknya. Saat menuju ke lokasi penyerahan sedekah bagi masyarakat fakir miskin dan sakit tersebut, Kapolres bersama rombongan tidak naik mobil tetapi malah menaiki sepeda motor, termasuk para wartawan. Padahal jalan yang ditempuh cukup berat dan jaraknya juga jauh sampai ke Lintau Buo Utara sana.

“Alhamdulillah pada saat Jumat Sedekah lalu (24/5), kami berhasil menyerahkan bantuan berupa sembako kepada masyarakat miskin di Lintau Buo Utara. Keseluruhannya ada 20 titik,”  ujar Alumnus Sekolah Penerbangan TNI AU Yogyakarta ini.

Diantara penerima program Jumat Sedekah itu adalah kakek War, 85 tahun, yang saat disambangi Kapolres Tanah Datar dan rombongan ternyata tinggal sendiri. Dia mengurus semua kebutuhannya sendiri. Tidak diketahui apakah kakek War punya anak atau tidak.

Saat ditemui Kapolres, Kakek War sedang sendirian di rumahnya yang sangat tidak layak menjadi rumah, apalagi untuk seorang tua seperti War yang sudah uzur. Rumah kakek War hanya terbuat dari kayu. Dan itu pun kini sudah lusuh.

Begitu menyadari dirinya disambangi oleh orang nomor satu dari jajaran kepolisian di Tanah Datar, kakek War tak mampu menahan perasaan harunya. Tampak sekali bahwa kakek War sesungguhnya butuh perhatian dari anak atau cucunya. Tetapi tidak tau ada dimana anak dan cucunya.

Begitu juga sebaliknya dengan AKBP H. Bayuaji Yudha Prajas, SH, meski dirinya sudah terlatih menghadapi segala bentuk situasi saat bertugas, tampak sekali diwajah lelaki kelahiran 1975 ini tanda tanda keharuan melihat sosok kakek War yang dikunjunginya sore itu.

“Maaf kakek. Tolong diterima ini sedikit rejeki dari kami kepolisian di Tanah Datar. Semoga bermanfaat untuk kakek ya,” ujar sang Kapolres tapi suaranya bergetar haru.

Kakek War yang tubuhnya sudah memulai bungkuk menerima bingkisan dari sang kapolres dengan suara terbata. “Terimakasih pak kapolres,” jawab kakek War sambil menyalami tangan kapolres tanah datar.

AKBP H. Batuaji Yudha Prajas yang saat itu didampingi Kapolsek Lintau Buo Utara Iptu Surya Wahyudi dan sejumlah perangkat desa, terlihat menggenggamkan keduanya saat menjabat salam kakek War. Ada binar di mata pak Kapolres.

Usai dari rumah kakek War, Kapolres Tanah Datar mengunjungi seorang warga Lintau Buo Utara bernama Khaidir. Dia sudah 6 tahun terkena serangan store.

Saat dijumpai AKBP H. Bayuaji Yudha Prajas, SH, Khaidir sedang tergolek di atas sehelai tikar pandan dan kasur tipis yang sudah kusam di rumahnya. Rumah tempat tinggal Khaidir pun boleh dikatakan tidak layak huni.

Selama enam tahun itu, Khadir melakukan semua aktifitasnya di atas tempat tidurnya. Akibatnya, jangankan sakit strokenya sembuh. Malahan kedua kaki Khaidir kini membengkok. Kuat dugaan ini akibat terlalu lama tidak digerakan sehingga kaki Khadir membengkok.

Khadir tidak bisa memberikan resfon saat disapa Kapolres Tanah Datar. Tubuhnya sama sekali tidak bisa digerakan. Dan tangannya hanya bisa terletak kaku di perutnya.

Upaya Kapolres menggali ingatan Khadir dan menanyakan perihal upaya pengobatannya, sama sekali tidak bisa diresfon oleh Khadiri. Lelaki yang memiliko tujuh orang anak itu, hanya bisa menatap kosong ke arah tubuh tegap sang Kapolres.

Akhirnya mata Kapolres beralih kepada kedua orang tua Khadir yang kondisinya juga sudah uzur. Kapolres kemudian menyerahkan bingkisan Jumat Sedekah sambil berkata. ”
“Ibu,  kami dari Polres Tanah Datar mau berbagi sedikit bingkisan pada ibu dan keluarga,  semoga bingkisan yang tidak seberapa ini dapat membantu ibu dan keluarga”, ucap Bayu lirih.

Kedua orang tua Khadir menerima bingkisan dari sang Kapolres dengan penuh bahagia. Tampak sekali di wajah kedua orang tua Khaidir rasa senang dan bangga telah dikunjungi Kepala Polisi panutan warga Tanah Datar itu. “Terimakasih pak,” ujar kedua orang Khadir berkali.

Ikhwal sakitnya Khaidir sudah sangat diketahui warga. Warga dengan bergotong royong sudah membantu pengobatan Khaidir ke Puskesmas setempat. Tetapi sejak satu tahun terakhir sakit Khaidir tidak lagi terobati. Sebab sudah terlalu parah dan terkena sakit bawaan seperti kaki membengkok tadi.

Itulah kemudian mengapa Khadir akhirnya terpaksa berjuang sendiri melawan sakit strokenya di tempat tidur. Alasan berikutnya, kondisi fisik kedua orang tua Khaidir juga sudah tidak memungkinkan membawanya berobat ke Puskesmas. Disamping masalah uang yang juga tidak ada.

Sebelumnya, Rombongan Jumat Sedekah Polres Tanah Datar telah mengunjungi “Sasaran Utama” yakni Yus Erlinda, mantan Wartawati Harian Singgalang yang terkena penyakit Glukoma sejak beberapa tahun lalu.

Sejak terkena Glukoma Yus Erlinda tak bisa melihat apa apa lagi. Semuanya sudah terlihat gelap dan kelam. Satu satunya alat pendengar yang bisa dipakai Yus Erlinda untuk memantau perkembangan di luar, termasuk aktifitas di Polres Tanah Datar, adalah melalui satu radio butut.

Makanya. Pada saat sangat mengharukan, Kapolres Tanah Datar mengunjungi kediamannya dan menyalaminya, Yus Erlinda terlihat senang sekaligus terharu. “Benarkah ini Bapak Kapolres yang baik hati itu, datang kepada saya yang sudah buta ini,” kata Yus setengah berteriak.

Sejumlah wartawan peliput di Polres Tanah Datar itu yang menyaksikan peristiwa haru ini berkali kali mengatakan kepada Yus bahwa yang sedang menjabat tangannya itu adalah Kapolres Tanah Datar yang hanya dia kenali lagi suara radio selama ini.

AKBP bayuaji juga berusaha meyakinkan Yus Erlinda bahwa dirinya adalah Kapolres Tanah Datar yang secara khusus datang membezuknya bersama jajaran Polres Tanah Datar dan teman teman teman wartawan.

Yus Erlinda yang dulu wartawati cekatan, termasuk ikut mencari Anak SMA yang hilang di Gunung Merapi beberapa tahun lalu tapi kini terlihat sangat kurus bahkan yang terlihat hanya tulang tubuhnya saja, tak kuasa menahan keharuan. Berkali kali dia menangis dihadapan AKBP Bayuaji sambil mengucapkan terimakasih sudah dikunjungi.

Ada satu hal yang tidak berubah pada Yus erlinda sebagai seorang wartawati. Pada saat Kapolres menyerahkan bingkisan dan satu radio plus amplop, Yus Erlinda langsung bertanya amplop itu. Setelah disebutkan Kapolres bahwa itu adalah sedikit bantuan dari Polres untuk biaya pengobatannya, Yus Erlinda langsung berkata. ” Saya tidak usah dikasi uang, sudah bapak kunjungi saja saya sudah sangat senang,” kata Yus Erlinda yang pada saat itu sangat histeria.

Para perwira dan wartawan yang menyaksikan peristiwa terdiam membisu. Mereka seperti dibawa kesedihan menyaksikan Yus Erlinda yang menangis sambil memegang tangan sang Kapolres. Siapa kemudian menyangka bahwa jejak kemanusian yang melekat kuat pada program Jumat Sedekah yang digagas sang Kapolres bisa menjadi perekat hati yang luar biasa.

Sosok Kapolres Tanah Datar, tanpa disangkal memang banyak menjerat hati masyarakat Tanah Datar. Sejak bertugas sekitar dua tahun lalu, AKBP Bayuaji memang terlihat aktif melebur dengan kegiatan masyarakat baik remaja maupun orang tua. Itu pula yang menyebabkan dia banyak mendapat penghargaan dari lembaga dan organisasi.

Menurut AKBP H. Bayuaji Yudha Prajas, kegiatan Jumat Sedekah yang digagasnya selain bertujuan amaliah dengan memberikan bantuan sembako juga bertujuan silaturahmi dengan masyarakat yang ditemui sepanjang jalan. Bahkan dengan cara turba (turun ke bawah) ini bisa diketahui apakah pelayanan kesehatan terhadap masyarakat sudah berjalan maksimal atau tidak.

Kegiatan Jumat Sedekah Polres Tanah Datar ditutup dengan berbuka bersama di Kantor Polsek Lintau Buo utara, yang juga dihadiri Ibu-ibu Bhayangkari dan warga sekitar.

(AWALUDDIN AWE)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here